“Sejalan dengan konsep vokasi yang menunjang pada penguasaan keahlian dan bakat peserta didik, memberikan edukasi untuk memudahkan peserta didik diterima dalam lingkungan kerja masyarakat atau menciptakan lapangan kerja bersamaan dengannya penguatan karakter islami,” katanya lagi.
Dalam proses mencapai tujuan dan harapan, Yayasan Tuah Singkil Raya memiliki komitmen kuat pada mengembalikan kiprah Syaikh Abdurrauf As-Singkily dan Syaikh Hamzah Al-Fansuri, peran Yayasan Tuah Singkil Raya melakukan pendalaman dan pengkajian karya kedua kedua tokoh ulama ini, karya yang dikenal seantero dunia dan dipelajari di berbagai lembaga pendidikan islam dan perguran tinggi di di Timur Tengah.
Salah satu upaya Yayasan Tuah Singkil Raya mengagas pendidikan yang berlokasi di Singkil Utara ini adalah menjadi pusat pengkajian Ilmu Falak (Astronomi) di Provinsi Aceh. Ilmu Falak (Astronomi) sebagai cabang ilmu yang mengkaji tentang benda-benda langit sangat terkait erat dengan ibadah umat Islam, yaitu terkait penentuan arah kiblat, waktu-waktu shalat, penentuan kapan dan dimana terjadinya gerhana, dan yang paling utama adalah penentuan awal puasa dan hari raya. Untuk yang terakhir ini merupakan persoalan yang terus muncul setiap tahunnya di tanah air.
Karena itu, gagasan membangun dan mengembangkan Yayasan Tuah Singkil Raya ini diyakini bisa mengembalikan kiprah Singkil sebagai sentral pendidikan yang ada di Provinsi Aceh. Sebab sejauh ini, berdasarkan pergerakan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada di Wilayah Aceh belum ditemukan keseriusan dalam mengkaji karya hebat dari ulama ini, begitpula pada Pemerintahan Negara belum ada perhatian khusus, sementara di luar negeri karya ini sangat dianggap berharga dan patut dipelajari.







