“Terima kasih kepada pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah mendukung Aceh, salah satunya seperti kegiatan pada hari ini. Terima kasih juga kepada pihak panitia, dan kepada surveyor tolong mengikuti kegiatan ini dengan serius, karena ilmunya kan tidak mudah kita dapatkan, dan alhamdulillah kita hari ini difasilitasi oleh negara,” ujarnya.
Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Effendi, menyebutkan, pengambilan data atau servei pada kegiatan statistik pariwisata di tahun 2024 bisa dijadikan sebagai survei bidang jasa pariwisata, survei sebagai prioritas nasional (Pronas), survei/kegiatan pariwisata lainnya.
Menurut Effendi, seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa perubahan terkait survei di subditstat pariwisata 2024 seperti, adanya geo tagging menggunakan aplikasi Wilkerstat dalam survei terkait usaha pariwisata. VREST 2024 tidak hanya untuk usaha penyedia makan minum skala UMB, tetapi juga mencakup UMK khusus mengenai konsumsi bahan pokok.
Survei wisatawan nusantara 2024 kemungkinan ditiadakan. Data VIOT sumber utama adalah data online dari Ditjen Imigrasi, data dari daerah akan digunakan sebagai pelengkap.
“Dalam pengambilan data diperlukan adanya kerangka sampel usaha/perusahaan yang digunakan adalah daftar usaha/perusahaan hasil direktori jasa akomodasi yang dilengkapi dengan informasi alamat dan jenis akomodasi. Jumlah usaha yang dilakukan pendataan didasarkan pada jumlah usaha/perusahaan penyedia jasa akomodasi yang ada pada masing masing kabupaten/kota,” imbuhnya.







