“Tema peringatan tsunami tahun ini adalah Aceh thanks to the world, ke depan akan kita gagas tema Aceh give to the world sebagai bentuk terima kasih dengan berbagai pengalaman bangkit dari bencana besar,” kata Safrizal.
Safrizal mengatakan, semua saran dan masukan dalam forum itu akan dikonsolidasikan guna merancang masa depan Aceh yang lebih baik.
“Kami juga berharap dukungan semua negara untuk terus mendukung pembangunan Aceh agar terus lebih baik pasca 20 tahun Tsunami,” kata Safrizal.
Mantan Menteri BUMN RI yang juga tokoh nasional, Dahlan Iskan turut membagikan gagasannya dalam forum tersebut. Ia optimis Aceh bakal maju di masa mendatang.
“Proyek besar PLTA Peusangan berhasil dibangun di Aceh dan beberapa proyek besar lainnya akan segera menyusul di Aceh,” kata Dahlan.
Pada kesempatan itu, Dahlan menyebut sejumlah proyek besar yang bakal dibangun di Aceh, yaitu Geothermal Seulawah dan Blok Migas Andaman.
Dahlan berharap Pemerintah Aceh bisa terus mendorong agar kedua proyek besar tersebut segera selesai dibangun dan berproduksi. Selain itu, Pemerintah Aceh juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia untuk dimagangkan ke industri geothermal maupun migas yang sudah lama beroperasi di tempat lain.
“Sekarang diputuskan minimal ada 50 anak muda Aceh untuk dimagangkan di geothermal yang ada di Jawa, sehingga ketika proyek itu jadi di Aceh, mereka sudah siap mengoperasikan geothermal Seulawah,” kata Dahlan.
Begitupun dengan blok migas Andaman di laut Utara Aceh yang bakal dioperasikan oleh perusahaan Mubadala Energy. Pemerintah Aceh harus segera menentukan lokasi dan mempersiapkan shorebase untuk mendukung kelancaran kegiatan migas perusahaan asal Abu Dhabi itu. Hal tersebut menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan untuk Aceh.







