Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Aceh Siapkan Lompatan Ekonomi 2026: Wakaf Produktif, Konektivitas Sumatra, dan Sektor Baru Jadi Mesin Pertumbuhan

69
×

Aceh Siapkan Lompatan Ekonomi 2026: Wakaf Produktif, Konektivitas Sumatra, dan Sektor Baru Jadi Mesin Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251202 133047

KDEKS Aceh telah menyusun program strategis ekonomi syariah, termasuk:
– penguatan kelembagaan keuangan syariah
– pengembangan UMKM halal dan ekspor
– pembangunan wisata halal
– penguatan ekonomi digital syariah
– transformasi ZISWAF secara komprehensif.

Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo, memaparkan outlook ekonomi Aceh 2026, dengan proyeksi pertumbuhan 4,59% pada 2025. Ia menyoroti ketergantungan Aceh pada sektor primer, terutama pertanian yang menyumbang 32,06% PDRB.

Menurutnya, Aceh tidak bisa berkembang optimal tanpa meningkatkan konektivitas ekonomi dengan wilayah lain seperti Medan, Batam, dan Pekanbaru.

“Dengan menangkap arus ekonomi dari wilayah-wilayah tersebut, potensi pertumbuhan Aceh akan jauh lebih besar,” tegasnya.

Sektor kecantikan dan kosmetik tercatat sebagai kategori konsumsi paling cepat tumbuh berdasarkan BSI Muslim Consumption Index, membuka peluang bagi UMKM lokal. Selain itu, Banjaran menekankan pentingnya pengembangan sektor perikanan dan kelautan sebagai mesin pertumbuhan baru.

Ketua Umum Taman Iskandar Muda (TIM), Muslim Armas, menekankan peran strategis diaspora dalam diplomasi ekonomi, transfer pengetahuan, dan pembukaan pasar global.

Ia memetakan kontribusi diaspora dalam tiga pilar:
1. Solidaritas sosial (jangka pendek).
2. Pemberdayaan ekonomi (jangka menengah).
3. Peningkatan akses pendidikan (jangka panjang).

Muslim menilai UMKM Aceh membutuhkan pendampingan bisnis berkelanjutan dan diaspora siap membantu membuka akses pasar ke pusat-pusat ekonomi nasional.

Girl in a jacket