Sementara itu, Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Ninik Purwanti mengatakan komunikasi pada masa pemulihan bukan sekadar penyebaran informasi, tetapi juga menjadi alat perlindungan masyarakat sekaligus upaya membangun kembali kepercayaan publik.
“Pesan pemerintah tidak akan efektif jika hanya bersifat satu arah. Karena itu dibutuhkan komunikasi interaktif yang melibatkan masyarakat lokal secara langsung,” ujarnya.
Menurut Ninik, pengalaman dari berbagai bencana menunjukkan bahwa keterlibatan penuh masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan dan pemulihan bencana. Masyarakat lokal dinilai menjadi garda terdepan dalam membangun ketangguhan karena memiliki kepercayaan dari warga serta memahami budaya setempat.
“Kepercayaan masyarakat dan pemahaman budaya lokal merupakan modal utama untuk membangun komunikasi yang efektif dan efisien,” katanya.
Workshop yang digelar Direktorat Jenderal KPM tersebut bertujuan membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Jembatan komunikasi itu diharapkan tidak hanya menjadi saluran informasi dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga sebaliknya, sehingga tercipta dialog dua arah.
Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dari narasumber kompeten untuk mempraktikkan pembuatan konten kreatif menggunakan telepon genggam.
Hadir sebagai narasumber, Safrizal ZA, Distika Gilang Lestari, dan Singgih Aji Abiyugo. []







