Menurutnya, setiap unggahan di media sosial akan meninggalkan jejak digital yang dapat bertahan dalam waktu lama dan berpotensi memengaruhi masa depan seseorang.
“Apa yang kita unggah akan menjadi jejak digital. Sekali diposting, itu bisa tetap ada meskipun sudah dihapus, karena mungkin sudah dilihat, disimpan, bahkan tersebar di berbagai platform,” jelasnya.
Ia juga mengimbau para pemuda, khususnya remaja putri, agar lebih selektif dalam memilih konten yang akan dipublikasikan. Prinsip saring sebelum sharing dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah dampak negatif media sosial di kemudian hari.
“Gunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan ilmu, inspirasi, dan hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai media sosial justru menjadi bumerang bagi masa depan kita,” pungkas Tgk. Muchtar Andhika.[]







