“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan bantuan, tetapi bagaimana bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui revitalisasi kacang koro pedang, kami ingin mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Edi Sarwono.
Dari Potensi Lokal Menjadi Solusi Ketahanan Pangan
Program ini berangkat dari tantangan yang dihadapi perajin tempe lokal, yakni tingginya ketergantungan terhadap pasokan kedelai impor dari luar Aceh. Ketika harga global berfluktuasi, biaya bahan baku ikut terpengaruh sehingga dapat menekan keberlanjutan usaha para perajin.
Bersama Rumoh Pangan Aceh, Solusi Bangun Andalas mendorong masyarakat ring 1 di Desa Nagaumbang untuk mengoptimalkan budidaya kacang koro pedang sebagai komoditas alternatif.
Kacang koro pedang memiliki biaya pokok produksi yang lebih rendah dan produktivitas lahannya lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe juga memberikan peluang bagi perajin untuk mengurangi biaya produksi hingga 15%.
Selain memberikan efisiensi biaya, pengembangan komoditas lokal ini turut memperkuat ketahanan usaha masyarakat karena bahan baku yang dibudidayakan di wilayah setempat, serta berpotensi mengurangi jejak emisi karbon dari transportasi bahan baku yang selama ini didatangkan dari luar provinsi.
Memperkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat






