Sebelumnya, pada pekan yang sama, Gubernur Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) juga berdiskusi secara maraton dengan sejumlah menteri di Jakarta. Pertemuan itu turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPR Aceh.
Nurlis mengatakan, kekompakan eksekutif dan legislatif ini membuktikan adanya kesatuan visi dalam memperjuangkan hak-hak Aceh di pusat. “Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, juga dibahas bendera, dana otsus, dan lapangan Blang Padang,” tambah Nurlis.
Di tengah kekompakan pimpinan daerah tersebut, Nurlis sangat menyayangkan munculnya manuver dari oknum tidak bertanggung jawab. Ia mengecam keras pihak yang sengaja mengembuskan isu bohong terkait putusan bendera.
“Langkah manipulatif tersebut adalah upaya sistematis untuk memprovokasi keadaan. Tujuannya memecah belah persatuan rakyat, serta mengadu domba masyarakat dengan pemerintah,” kata Nurlis.
Menurut Nurlis, adalah sangat tidak baik memutar isu yang di dalamnya memiliki semangat mengadu domba. Kata Nurlis, menyebarkan informasi palsu saat negosiasi krusial sedang berlangsung merupakan bentuk pengkhianatan. Hal itu mencederai ikhtiar bersama dalam merawat perdamaian dan memperjuangkan kesejahteraan Aceh.
“Di saat Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sedang memperjuangkan bendera, dana otsus, dan lapangan Blang Padang, justru muncul orang tak bertanggung jawab melemparkan isu yang kontraproduktif. Itu tidak baik,” kecam Nurlis dengan nada tegas.
Menurut Nurlis, pihak-pihak yang sengaja melempar bola liar ini tidak menginginkan adanya titik temu yang harmonis antara Aceh dan Pemerintah Pusat. “Upaya adu domba tersebut sengaja dirancang untuk memancing kegaduhan publik,”katanya.






