Scroll untuk baca artikel
Girl in a jacket

Girl in a jacket
Aceh

Money Politik dan Pendekatan Sosial

382
×

Money Politik dan Pendekatan Sosial

Sebarkan artikel ini

Oleh: Nazaruddin,SH

Bermula dari cerita rakyat entah siapa yang memberi nama ini sebelumnya . Namun dalam kehidupan masyarakat Aceh kisah ini memiliki riwayat tersendiri, benar atau tidak, sejarah perjuangan Aceh melawan kolonialisme Belanda telah menjadikan cerita ini begitu hidup dikalangan masyarakat kita.

  1. Politik Uang Receh (Peng Grik)

Banyak kita dapatkan dipinggiran sungai , kali maupun rawa rawa yang ada di dataran Aceh ditumbuhi oleh hutan bambu. Dimana pada masa perjuangan hutan bambu ini katanya oleh pejuang pejuang kita dahulu sering dijadikan sebagai benteng pertahanan melawan Belanda.

Secara logika memang dapat kita benarkan juga, kondisi hutan bambu yang tumbuh rapat dan berduri ini tentu sangat sulit untuk ditembus oleh manusia dan bisa jadi sebagai tempat persembunyian tersendiri.

Belanda harus memutar pikirannya mencari cara yang tepat untuk menembus blokade pasukan Aceh yang sering menjadikan hutan bambu sebagai benteng. Lalu Belanda mencari titik lemahnya orang Aceh yang pada saat tersebut secara ekonomi sangat tertekan akibat perang dan penjajahan. Lantas Belanda berfikir orang Aceh pasti sangat butuh dengan uang untuk kebutuhan hari harinya.

Langkah selanjutnya adalah Belanda Mulai mengumpulkan begitu banyak uang koin logam yang dalam bahasa Aceh sering disebut ( Peng Grik)
Yang kemudian melalui pasukannya uang logam tersebut dimasukkan ke dalam meriam-meriam pasukan Belanda dan ditembakan ke dalam hutan-hutan bambu yang sering dijadikan sebagai benteng pertahanan untuk menyerang Belanda.

Dugaan Belanda memang tepat. Mesyarakat yang mengetahui keadaan tersebut secara diam diam datang menebang hutan bambu untuk mendapatkan uang logam yang ditembakan oleh Belanda. Sehingga Belanda tidak perlu melakukannya sendiri untuk membersihkan hutan bambu tersebut. Untuk hal ini tentunya Belanda sukses dengan Money politik nya.