Scroll untuk baca artikel
Ads
Nasional

NOSTALGIA Tiga WARTAWAN Tua Aceh PASUNDAN

39
×

NOSTALGIA Tiga WARTAWAN Tua Aceh PASUNDAN

Sebarkan artikel ini
IMG 20230215 WA0002

Produk jurnalistik tanpa gambar yang dihasilkan perdananya berjudul “BANDUNG MEMBARA”. Hari itu terjadi demo anti China disusul aksi pembakaran sejumlah sepeda motor, mobil serta pertokoan milik keturunan dilakukan kelompok mahasiswa ITB. Berita pertamanya itu langsung menjadi Headline halaman depan dan malamnya terpaksa dicetak ulang, sangking laris berita hot itu. Sementara surat kabar lainnya baru terbit besok. Sejak itu nama Hamzah moeda itu pun semakin harum.

Selama bertugas di bidang Hankam, hukum dan kriminal, dirinya sering bertandang ke PT Ika (Ilmu Kepolisian), sekarang ini menjadi Kopassus. Tahun 1962 institusi ABRI itu masih digabungkan dengan Kepolisian Negara.

Sebagai wartawan bidang Hankam Hamzah tentu paling sering bertandang ke markas tentara AU itu. Bahkan suatu ketika Dia dilibatkan dalam pengepungan kelompok bandit asal Ambon pada sebuah hotel terkenal pada dinihari. Bukan itu saja, suatu saat Dia diajak untuk ikut latihan di Lanud Margahayu (Kini Lanud Soelaiman) Di tempat itu, Ia dilatih mental dan pisiknya menjadi seorang penerjun bersama perwira tinggi ABRI lainnya selama tiga bulan.

Dia sempat dibekali keterampilan latihan khusus dalam bidang penerjunan menghadapi masa konfrontasi Indonesia -Malaysia.

Sukses dalam latihan pertama, Dianya kembali diikutsertakan dalam latihan jajaran RPKAD (RESIMEN). Di tempat baru ini, Dia dilatih bagaimana cara menggunakan senjata laras panjang untuk menghadapi musuh. Berkat ketekunannya, Dia memperoleh predikat sebagai penembak jitu bersama kepolisian lainnya di Tanah Pasundan ini.

Girl in a jacket