Tidak difungsikan ruang udara konteran atau tangkisan, melainkan terus kerja dan berkerja.Wujud “bingkisannya” hasil kerjanya menjadi tontonan kasat matanya.Buah tangan hasil karya Umara, itulah jawaban untuk warga kota ini.
Siapa sangka kalau kota ini bisa “disulap” bagaikan malam menjadi siang.Kota dulu kumuh, lusuh.
Anjungan lapangan merdeka hanya beberapa puluh meter dari “hidung” pendopo dijadikan tempat berjingkrak jengkrik para PSKnya .
Kini Langsa menjadi kota yang gemerlapan, hiasan taman kota bertebaran, hutan kota, hutan mangrove terluas se Asean hingga tower megahnya yang terpacak tinggi, kini menjadi icon kota , paling spektakuler berwujud monomentalnya.
Semua objek ini menjadi daya tarik dunia pariwisata, andai anda singgah di sini.Alalagi ikut menyempatkan diri mengelililingi eks kota dagang internasional masa lampau yang mengharumkan nama Aceh.
“Dulu Engkau boleh dicaci maki, kini dan esok Engkau akan dipuja dan dipuji”. Hasil karya nyata sudah membuah hasil.Konsekwensi positif dalam bentuk reward kerjanya tak bisa dipungkiri siapa pun.Lemari di ruangnya penuh trophy dan penghargaan tingkat nasional pun terus menghiasi.Tak mungkin harus ditulis semua, kecuali beberapa jenis saja.
Dalam kiprah Umaranya, pada sudut ruangan nya terlihat onggokan predikat.Di antaranya sewindu predikat WTP sebagai indikator tertibnya penggunaan financial dalam hitungan tahunannya.Di situ juga terlihat terlihat The Fifty Smart City Nasional, Anugerah Pesona Indonesia (API), Kota Layak Anak, Mangrove Forest Park berkategori wisata terpopuler, Ekowisata, Ekonomi Kreatif dan dan penghargaan Adipura.Tidak itu saja, masih dua lusinan award dan reward lainnya berhasil digondolnya si Toke Su-uem ini.








