Menurut Husin, secara Antropologis dan Sosiologi penduduk kota ini sangat beragam. Keheterogenannya tentu didominasi etnis lokal(Aceh), menyusul etnis Melayu, Jawa, sub etnis Gayo, minang, Arab, Mandailing, Batak, sub etnis Alas, India dan China.
Pertumbuhan penduduk kota ini katanya, setiap tahun mencapai rata-rata 2,17 persen. Sebagai simbol kota heterogen di kota ini terdapat 62 unit masjid, 120 musalla, satu gereja dan Satu Wihara.
Alangkah sayangnya, mengapa pihak Kemenag Langsa, tidak mendata jumlah balai dan rumah-rumah pengajian putra dan putri yang bertebaran di kota Langsa ini?Padahal kontribusi bidang spiritual dan keagamaan ini sangat konkrit dan jelas keberadaannya hampir di setiap lorong seperti halnya di Gampong Meutia.
Dua Perguruan Tinggi Negeri, Universitas Samudra (Unsam) dan Institut Agama Islam Negeri, telah ikut meramaikan kota ini dengan suasana muda mudi dari berbagai penjuru daerah termasuk dari Papua.Secara tidak langsung kehadiran mereka ini telah ikut memberi warna kota ini sebagai kota berperadaban yang madani.
Dalam memasarkan produk terasi home industri dan kuliner lainnya, diterapkan distim teknologi komunikasi secara online kini sangat digemari warga.
Untuk mempertahankan Smart Citynya, terutama dalam meningkatkan pelayanan dalam penanganan birokratisasi kepada masyarakat, pemko ini memberlakukan Sistem Pemerintah Berbasisi Elektronik (SPBE).
Pengadaan dan pembelajaran sistim Smart City ini merupakan kebutuhan sesuai undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.







