Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

YBHA Peutuah Mandiri Gelar Workshop Penyusunan Qanun Gampong

293
×

YBHA Peutuah Mandiri Gelar Workshop Penyusunan Qanun Gampong

Sebarkan artikel ini
IMG 20231227 WA0010

Selain itu, saya juga memfasilitasi terkait dengan penggalian isu-isu kekerasan terhadap anak dan perempuan, guna mencari solusi pencegahan dan penanganannya yang kemudian nantinya akan kita buat dalam sebuah reusam atau qanun Gampong.

Acara ini juga turut menghadirkan Asnawi Ketua MAA Aceh Besar dan Eva Susanna, SH.MH. Akademisi, sebagai Narasumber atau pemantik terkait Model Penanganan Perkara anak dan Perempuan dalam konteks adat Aceh di Tingkat gampong dan Isu-isu strategis terkait perlindungan anak dan perempuan di masyarakat dalam kebijakan gampong (qanun gampong).

Sebetulnya dalam adat Aceh sudah dikenal sejak lama terkait dengan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang biasa dikenal dengan “Pageu Gampong”, artinya sebuah kebijakan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan dari suatu peristiwa yang terjadi di dalam Gampong” Imbuh asnawai.

Eva Susana juga mengatakan dalam materinya, bahwa perbuatan-perbuatan kekerasan yang dilakukan tersebut tidak terlepas dari kurangnya pendidikan informal atau pemahaman berkeluarga setelah menikah, sehingga terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, dia menambahkan bahwa efek dari permainan online seperti perjuadian dengan slot atau scatter menjadi penyebab terjadinya kekerasan ketika spisikologi suami terganggu karena kalah perjudian, sehingga ketika pulang ke rumah mulai dengan memarahi istri dan anak, sampai pada kekerasan yang dilakukan.

Selanjutnya, pada sesi kedua acara workshop yang dilakukan oleh YBHA Peutuah Mandiri, peserta melakukan tracking permasalahan yang terjadi di tingkat gampong yang selama ini telah ditangani ataupun yang menjadi tolak ukur permasalahan kedepan terkait dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang perlu di buat dalam sebuah reusam atau qanun Gampong.

Girl in a jacket