Namun, kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa kemiskinan dan ketidakpedulian masih mengancam kehidupan anak-anak di kota ini.
Jika masalah eksploitasi anak tidak segera ditangani, tidak hanya masa depan mereka yang akan terancam, tetapi juga masa depan kota ini secara keseluruhan.
Pentingnya penanganan eksploitasi anak tidak hanya terbatas pada aspek hukum dan sosial, tetapi juga pada pemulihan mental dan emosional anak-anak yang telah menjadi korban.
Program pemulihan psikologis, seperti terapi trauma, harus menjadi bagian integral dari upaya rehabilitasi agar mereka bisa kembali menikmati masa kanak-kanak dan berkembang dengan normal. ***







