Ilustrasi/dok. Istimewa.
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Setelah kelangkaan gas elpiji, masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar kembali dihadapkan pada persoalan serius, yakni menghilangnya semen dari pasaran. Kondisi ini dipicu oleh berhentinya operasional pabrik PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di kawasan Lhoknga, Aceh Besar.
Putra, seorang pengusaha properti di Banda Aceh, mengaku sudah sepekan menghentikan pekerjaan konstruksi karena kesulitan mendapatkan semen, khususnya semen produksi lokal merek Andalas.
“Sudah sepekan ini kami berhenti, karena semen tidak ada di pasaran. Kami sudah keliling ke sejumlah toko bangunan, tapi semuanya kosong,” ujar Putra, Kamis (18/12).
Kalaupun tersedia, kata Putra, harga semen melonjak tajam hingga mencapai Rp100.000 per sak. Kondisi ini membuat para pengembang kesulitan menyelesaikan proyek tepat waktu, terlebih menjelang akhir tahun.
“Berat bagi kami. Ini akhir tahun, seharusnya proyek bisa selesai dan diserahkan ke konsumen, tapi semen tidak ada,” katanya.
Hal senada disampaikan Khalidan, pemilik toko bangunan di Banda Aceh. Ia mengaku sudah beberapa hari tidak menerima pasokan semen dari distributor.
“Alasannya pabrik berhenti beroperasi karena tidak ada pasokan listrik PLN,” jelasnya.
Selama ini, sebagian besar pasokan semen di Banda Aceh dan Aceh Besar berasal dari PT Solusi Bangun Andalas dan PT Semen Padang.
Sementara itu, Humas PT SBA, Farabi Azwany, membenarkan bahwa pabrik saat ini tidak beroperasi akibat terhentinya suplai listrik dari PT PLN.






