“Alhamdulillah, Pemerintah Aceh menyatakan siap mendukung dan merencanakan penghibahan lahan tersebut agar Pasar Hewan Sibreh semakin tertata dan representatif,” katanya.
Meski telah kembali difungsikan, Bupati mengakui masih terdapat beberapa bagian yang membutuhkan penyempurnaan. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi.
“Masih ada sedikit perbaikan yang perlu kita lakukan. Untuk itu, kami berharap dukungan dan kerja sama dari DPRK dan DPRA agar Pasar Hewan Sibreh ini benar-benar menjadi pasar hewan yang layak dan modern,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Syech Muharram juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Aceh Besar yang telah mengawal seluruh proses rehabilitasi pasar hingga dapat kembali digunakan oleh masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemkab Aceh Besar untuk terus mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Selain itu, Bupati turut mengingatkan bahwa Aceh Besar saat ini tengah menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam upaya pemulihan dan menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi menyampaikan, Pasar Hewan Sibreh merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Aceh dan memiliki peran strategis dalam perekonomian masyarakat.
“Pasar Hewan Sibreh ini awalnya merupakan pasar hewan tradisional. Seiring waktu, kita benahi dan rehabilitasi dengan tujuan menjadikannya pasar hewan yang lebih modern dan layak,” ungkap Jakfar.







