Ketua Kadin Aceh, Iqbal Piyeung (kanan) dan Anggota DPR Aceh, Khalid SPdI (kiri). Foto: Acehinspirasi.com.
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh menolak pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana yang dilakukan pemerintah pusat dengan menggunakan material pabrikasi. Kadin menilai pembangunan tersebut tidak memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat Aceh.
Ketua Umum Kadin Aceh, Iqbal Piyeung, mengatakan pemerintah pusat perlu melakukan evaluasi dan meninjau ulang kebijakan pembangunan huntap tersebut.
“Pembangunan huntap seharusnya menggunakan bahan lokal, seperti kayu bekas yang hanyut saat bencana. Jika kayu-kayu itu tidak diangkut, masih bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah warga terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu,” ujar Iqbal di Banda Aceh, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, penggunaan material pabrikasi justru merugikan daerah karena tidak memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. “Bangunan dengan bahan pabrikasi tidak ada manfaatnya bagi Aceh. Produk lokal tidak terpakai dan uangnya lari kembali ke pusat,” tegasnya.
Iqbal juga menyoroti penggunaan dana dari Danantara dalam pembangunan huntap tersebut. Ia menilai kebijakan itu membuat pengusaha lokal tidak mendapatkan pekerjaan, kecuali sebagai subkontraktor yang bahkan berpotensi tidak dibayar.
“Kalau sistemnya seperti ini, pengusaha Aceh tidak dapat kerja. Ini jelas tidak berpihak kepada ekonomi lokal,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen, Iqbal menyebutkan Kadin Aceh akan membangun sendiri huntap tahap awal sebanyak lima unit di Kabupaten Pidie Jaya. “Besok, Kamis, kita akan meletakkan batu pertama pembangunan rumah warga dengan nilai Rp98 juta per unit,” jelasnya.






