“Setiap paviliun akan menyuguhkan atraksi penutur cerita warisan rasa. Anda diajak mengenal lebih dalam budaya beragam suku asli di Aceh lewat setalam hidangan,” ujar Wan Windi.
Sementara itu, Zona Galarasa Nusantara menghadirkan ragam kuliner dari berbagai penjuru Indonesia. Adapun Zona Bandar Rasa menawarkan inovasi kuliner dan global comfort food. Secara keseluruhan, pengunjung disebut dapat menemukan lebih dari 500 variasi rasa selama ACF 2026.
Tak hanya kuliner, ACF 2026 juga menyiapkan sedikitnya 20 sesi interactive activity. Program tersebut antara lain pelatihan menjadi content creator melalui TikTok GO by Tokopedia, Sanger Day, kompetisi hip-hop regional, permainan tradisional dan kreatif melalui Aceh Bermain, bedah buku bersama Komunitas Melati, fotografi F&B bersama Kompakers Aceh, hingga pertunjukan Seudati Tunang oleh Sanggar Saleum dan Alee Meunari.
Pengunjung juga dapat mengabadikan suasana festival melalui kegiatan sketsa bersama Koskah maupun fotografi bersama Gampong Fotoyu Aceh.
Program kreatif lainnya meliputi pembuatan karya seni berbahan daur ulang bersama Sahabat Hijau, Sunday Morning Run (Sunmorun) bersama komunitas lari L5P5, serta berbagai Gastroclass yang menghadirkan sejumlah pakar, maestro, dan inisiatif gastronomi. Beberapa di antaranya adalah Dewan Kuliner Indonesia, Kelas Pagi Pangan, Pengalaman Rasa Gastronomy, serta Rumah Intaran Bali Utara.
Kelas gastronomi tersebut akan mengajak peserta mengeksplorasi bahan dan kuliner khas Aceh, mulai dari mendekonstruksi rasa asam sunti menjadi candy roll, mengolah ikan kayu menjadi kaldu bubuk ikan, memasak berbagai makanan warisan, hingga workshop meracik bumbu masak Aceh.







