ACF 2026 juga kembali membawa semangat inisiatif hijau. Pengunjung diimbau membawa tas belanja dan botol minum sendiri.
Panitia juga mengimbau tenant UMKM untuk tidak menjual air minum dalam kemasan (AMDK) serta mengurangi penggunaan kantong plastik. Bagi pengunjung yang membutuhkan, tas belanja dan botol minum juga disediakan untuk dibeli di lokasi.
Wan Windi mengakui penerapan prinsip ramah lingkungan masih menjadi tantangan bagi penyelenggara dari tahun ke tahun.
“Ini memang selalu menjadi tantangan utama bagi ACF dari tahun ke tahun.
Inisiatifnya sudah ada, namun pelaksanaan di lapangan memang nilainya masih jelek. Teman-teman tenant masih sedikit kurang disiplin, tapi kita coba terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Kali ini menggandeng komunitas Sahabat Hijau, semoga bisa lebih baik,” ujarnya.
Digelar Tanpa APBA
ACF 2026 terselenggara melalui dukungan promotor, sponsor, pemerintah, komunitas, serta pelaku industri kreatif.
EXO IP & Event Service Company menjadi promotor kegiatan. Pengalaman selama sembilan tahun dalam mengelola ACF menjadi salah satu modal penyelenggaraan festival tahun ini.
“ACF cukup selektif dalam memilih bentuk dukungan sponsor, harus ada sharing visi dan misi yang jelas. Kami berkomitmen untuk itu,” kata Event Director EXO, Yuryansyah.
Salah satu sponsor dengan kontribusi program terbesar adalah TikTok GO by Tokopedia, yang mendorong digitalisasi UMKM peserta ACF melalui webinar, creator tour, hingga creator bootcamp.
Kampanye #tiktokgolocal juga diluncurkan di Aceh sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata kuliner Aceh melalui platform digital.







