Niat baik dari Pemerintah Aceh untuk penyertaan PE sebagai perusahaan BUMD milik Pemkab Aceh Utara tanpaknya kandas tanpa kejelasan pasti dari Pemkab Aceh Utara .Sehingga Public Justru bertanya ada apa dengan Pemerintah Aceh Utara.
Akhirnya Pemerintah Aceh hanya menyertakan. PT. PL. Pemko Lhokseumawe didalamnya dengan penyertaan 1 persen saham.
Meskipun pada suatu kesempatan Gubernur Nova pernah mengatakan bahwa kedepan Block B. akan dikelola oleh Kabupaten Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe. ( Lihat berita merdeka. 5 Januari 2021 ).
Pada tanggal 25 Juli 2021.( Serambi Indonesia ) Public Aceh Utara kembali dikejutkan pada saat Pemerintah Aceh melalui Kadis ESDM Mahdinur menyampaikan Bahwa Atas Kecerdasan Gubernur Nova .dan dukungan dari berbagai pihak, Block B Resmi di ambil alih oleh PGE dengan bekerja sama dengan pihak EMP. Dan PT. PL dan sudah mulai beroperasi sejak Mei 2021.
PT. ENERGY MEGA PERSADA
EMP Yang katanya merupakan perusahaan yang berafiliansi dengan Group Bakry, beberapa kalangan mempertanyakan Track Recordnya yang kurang Bagus karena terkait dengan Lapindo.
Penyertaan EMP dan ketidak adanya penyertaan Pase Energy . Menjadi isue yang begitu hangat dibicarakan oleh banyak kalangan di Aceh Utara. Ditambah lagi dengan pernyataan seorang Anggota DPRK Aceh Utara , mantan karyawan MobilOil dan juga mantan Direktur PD. Pase Energy. Bahwa keputusan Gubernur Nova yang tidak menyertakan Pase Energy adalah Konyol dan tidak Bermartabat. Dengan Menduga ada apa dibalik penyertaan EMP. Dan kenapa bukan melalui Beuaty Contes. Serta kenapa ini tidak di bawa Ke DPRA untuk di paripurnakan (Portalsatu dan modus 3 Agustus 2021 )







