Dan kalau saja dinas DPM- KS Punya modulnya. Tentu saja setiap desa tinggal copy paste dan disesuaikan dengan kondisi desa masing masing. Yang jelas patut diduga program seperti ini serat dengan Gratifikasi dan Intervensi. Untuk kepentingan kelompok dan golongan.
Forum Geuchik yang harusnya menjadi tempat bagi para geuchik untuk meng advokasi dan mengembangkan innovasi perdesaan Justru kalau kita lihat dari beberapa berita yang beredar menjadi alat untuk ditunggangi masuknya pihak ketiga.
Sebagian geuchik gampong kadangkala juga punya kepentingan sendiri dalam bintek yaitu ingin sekedar refreshing sambil melihat suasana daerah luar dengan nuansa yang berbeda. Sehingga masalah bintek ke luar Aceh menjadi dilema tersendiri. Ibarat orang mencret dengan ayam kelaparan. Dari satu segi ada pihak yang ingin jalan jalan dengan biaya gratis.dari dana desa Sementara dari segi lain ada orang yang ingin mengambil keuntungan dari dana desa.
Pak geuchik juga tidak bisa menolak. Ibarat kenak sweeping ilegal di jalan. Surat surat lengkap , alat kelengkapan kendaraan lengkap, ternyata tutup pentil ada yang tidak terpasang. Atau jumlah alat P3 K yang ada dalam kotak tidak semua terpenuhi seperti tertulis diluar kotak. Padahal aturannya jelas, yang melaksanakan kegiatan anggaran desa adalah Geuchik besama aparatur desa dan warganya.
Ada juga salah satu lembaga pengawas suatu ketika terkesan begitu serius dalam pemeriksaan , mewawancarai warga desa dan turun kelapangan langsung bawa meter untuk mengukur volume pekerjaan. Terkait realisasi hasil kegiatan .






