Kondisi ini berdampak pada upaya saling pengertian antara Pak Geuchik dengan lembaga pengawas yang harusnya berada pada jalur independen atau Wasit dalam hal pengawasan , pengayoman, pembinaan dan penindakan, lantas menjadikan dirinya sebagai PlayMaker Layaknya pemain gelandang tengah. Yang lincah dengan Bola bola operan kiri kanan dalam melirik cantiknya gadis desa.
Bila kondisi ini terus berlanjut. Seperti Kata Novel Baswedan. Indonesia berbahaya bagi orang orang yang ingin memberantas korupsi.
BINTEK DALAM SEBUAH KISAH
Kembali kepada Bintek.Disalah satu Desa Antah berantah ( nama samaran ) Pada saat musrenbangdes . Pak Geuchik nya langsung bilang ini ada beberapa pos anggaran untuk bintek sekitar puluhan juta tidak bisa diganggu gugat karena agenda kolektif. Intinya untuk anggaran ini tidak perlu dimusyawarahkan. Dan PlayMaker sudah pasti telah menyiapkan langkah langkah yang perlu dilakukan termasuk menyiapkan lembaga penyelenggara bintek.
Uniknya.lagi dari beberapa program titipan yang diusulkan oleh pihak ketiga ini tidak jelas. Proposalnya.
Berapa anggaran yang dibutuhkan. Siapa penyelenggara. Tempatnya dimana . Materi yang disajikan apa saja . Dan peserta yang ikut harusnya sesuai dengan materi Bintek. Ini juga tidak jelas. Sehingga hampir setiap tahun anggaran peserta bintek Keuchik Gampong selalu ikut serta. ?meskipun sudah pernah bintek beberapa kali.
Jadi dari uraian cerita diatas kiranya kita dapat sedikit gambaran bintek yang sedang dan akan dilaksanakan sekarang oleh desa desa di Aceh Utara. Dari awalnya apa pantas disebut sebagai Hasil Musrenbangdes atau hanya program GADIS DESA YANG RUPAWAN.






