Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

“Hikmah Dibalik Duka Tsunami”

910
×

“Hikmah Dibalik Duka Tsunami”

Sebarkan artikel ini
IMG 20211230 184009

Dalam hitungan menit tubuh saya dan istri beserta beberapa orang yang ada di satu lokasi dengan kami dihantam gelombang laut yang tingginya mencapai 30 meter dan kecepatan mencapai 100 meter per detik atau 360 kilometer per jam. Genggaman tangan kami terlepas, yang saya ingat dan rasakan 7 (tujuh) kali saya timbul tenggelam dalam gelombang maha dahsyat tersebut. Tubuh saya dihantam sampai ke Desa Rukoh Darusaalam dan tersangkut baju dipagar rumah penduduk.

Air surut begitu cepatnya bagaikan disedot mesin pompa air raksasa, tak lama berselang air kedua menerjang kembali, saya dengan jelas melihat dari kejauhan gelombang besar dan pekat, seakan-akan menelan semua apa yang ada didepanya, gelombang kali kedua ini lebih kencang dari yang pertama.

Saya sempat panik untuk menyelamatkan diri, tanpa pikir panjang saya panjat pohon kelapa disekitar yang sudah dipenuhi tumpukan kayu, diatas pohon kelapa itulah saya melihat dengan jelas bagaimana dahsyatnya gelombang air laut menghantam pemukiman padat penduduk.

Hampir 30 menit saya bertahan diatas pohon kelapa, menyaksikan air laut surut dan menghayutkan apa yang ada ke dasar laut. Saat itu kesadaran saya hanya 50 persen antara benar apa ngak kejadian yang baru saya alami, bagaikan dalam mimpi, dengan kondisi benjol-benjol dikepala dan badan terluka akiban goresan disekujur tubub.

Teriakan minta tolong dari orang-orang yang selamat dan terluka, melihat sebuah pesawat kecil terbang disekitaran pantai Alue Naga dan mendengar suara motor yang bersahut-sahutan daearah Darusaalam, disitulah saya tersadar bahwa ini kejadian nyata bukan mimpi. Sedikit demi sedikit pikiran saya mulai mengingat apa, dimana dan dengan siapa saya sebelum kejadian.

Girl in a jacket