Saya mencoba bangkit dari keterpurulan, akhir 2005 saya kerja di Forum Kemanusiaan Persaudaraan Aceh (FKP-Aceh) anak Cabang dari FKP -Indonesia yang bergerak dibidang Trauma Healing, dari awal mengikuti pelatihan demi pelatihan sehingga menjadi tenaga inti di LSM tersebut sebagai tenaga Training of Trainer Trauma Healing.
Baru pada Tahun 2007 saya mendapat kepercayaan untuk menjadi Tenaga Kontrak pada Dinas Pendidikan Aceh yang ditempatkan pada UPTD Balai Tekkomdik Aceh dan dipercayakan sebagai Fotografer pada Balai tersebut.
Alhamdulillah bencana dahsyat teesebut sudah berlalu 17 tahun yang lalu, geliat ekonomi dan pembangunan di Aceh seakan-akan telah menghilangkan semua memori kita bahwa 17 tahun yang lalu tetapnya Tanggal 24 Desember 2004 telah terjadi Gempa Berkekuatan dan 8,9 Scala Richter disusul gelombang Tsunami setinggi 30 meter dan telah meluluhlantakkan pemukiman penduduk disebagian wilayah pesisir pantai Aceh.
Kita harus mengambil hikmah dari peristiwa besar tersebut, yang pasti dari setiap cobaan dan ujian yang Allah berikan pasti ada hikmah dibalik semua itu dan ambillah pelajaran dan ‘itibar dari musibah yang ada.
Tulisan ini saya tutup dengan sepotong Firman Allah yang terkandungan dalam Surah Al-Baqarah Ayat 286: Allah Tidak Akan Menguji Hamba-Nya di Luar Batas Kemampuannya. Sejatinya dalam hidup, kita tidak mungkin bisa sepenuhnya lepas dari masalah. Satu masalah selesai, maka bersiaplah dengan masalah lainnya yang bisa lebih ringan dan bisa lebih berat dari sebelumnya. Terimakasih semoga bermanfaat sebagai pengingat lupa.







