Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

“Hikmah Dibalik Duka Tsunami”

910
×

“Hikmah Dibalik Duka Tsunami”

Sebarkan artikel ini
IMG 20211230 184009

Pikiran saya teetuju kepada istri, lalu saya turun dari pohon kelapa untuk mencari tau istri karena saat kejadian berlarian bersama kebelakang sebuah rumah. Saya keluar ke Askopma Darusaalam, disana saya meliahat ratusan mayat sudah bergelimpangan, saya mencoba mengenali satu persatu mayat yang ada disitu mana tau ada istri saya diantara ratusan korban, namhn satupun tidak saya kenal.

Saat itu saya mengambil sebuah keputusan untuk mencari istri ke arah saya terdampar, dengan bantuan swpotong kayu saya mulai masuk ke wilayah Rukoh arah ke Baet, tujuh mnyat wanita saya temukan dalam posisi telungkup dan hampir semua korban setengah telanjang bahkan ada yang telanjang bulat. Maaf bukan untuk fulgar.
Pencarian terus saya lakukan karena yang saya cari belum saya dapatkan.

Waktu terus berjalan, tidak tau jam sudah menunjukakan jam berapa, namun saya belum menyerah, tiba-tiba saat saya lanjutkan pencarian saya terjatuh dalam sumur warga yang sudah penuh genagan air, dengan refplek saya bentangkan tangan dan saya naik keatas ternyata pinggang bagian belakang berdarah karena terkena pecahan cincin sumur.

Karena kondisi saya semakin lemas dan pinggang saya terus mengeluarkan darah maka saya ambil kesimpulan untuk keluar dari lokasi tsunami seraya meminta kepada Allah jika istri saya masih hidup maka tolong Allah pertemukan saya di Masjid namun jika sudah tiada pertemukanlah manyatnya kepada saya.

Singkat cerita saya menju masjid Kampus Umsyiah diantar oleh salah seorang warga sekitar dengan motor karena meihat saya sudah tak berdaya. Sesampainya di Masjid saya melihat ribuan manyat sudah berjejer di sekitaran masjid kampus, saya mencoba mengenali satu persatu namun satupun sudah tidak bisa saya kenali lagi karena manyat sudah mulai membiru dan mulut sudah berbusa.

Girl in a jacket