Dalam Kepungan Judi Online

0
5652

Oleh: Mukhlis Sulaiman, SE. MM

ACEHINSPIRASI.COM, Game online adalah sebuah permainan digital yang dimainkan ketika prangkat terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) atau jaringan Internet, yang memungkinkan penggunanya untuk dapat berhubungan dengan pemain lain dan mengakses game tersebut dalam waktu yang sama. Fenomena ini sering kita lihat pada kalangan muda-mudi, anak-anak bahkan orang tua.
 
Diantara game online yang ada Higgs Domino Island (Scatter) lah yang sangat digemari karena mudah dan dapat menghasilkan uang,  dari permainan Scatter dapat menghasilkan Chip. Chip adalah kata yang sangat familiar terdengar di telinga masyarakat Aceh. Bahkan tidak pandang usia, mulai dari remaja, dewasa dan orang tua juga ikut andil dalam bermain Chip.
 
Scatter adalah Sebuah game perjudian online dan berhasil menembus masuk kedalam lini kehidupan masyarakat di Aceh. Kehadiran game ini tentu menjadi hal yang sangat meresahkan bagi masyarakat Aceh yang notabenenya adalah manyoritas beragama Islam. Tidak butuh waktu lama setelah kemunculannya dengan membawa nama Higgs Domino Island, game ini sukses menarik perhatian sebagian remaja dan pemuda di Aceh karena dari permainan ini bisa menghasilkan Chip yang dapat diperjual belikan.
 
Apa sih sebenarnya Chip, dan kenapa Chip bisa memberi pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat di Aceh. Kita akan coba membahas mengenai Chip yang dimaksud disini dan pengaruh apa yang telah diberikannya pada masyarakat Aceh. Aceh adalah Provinsi yang terletak paling ujung pulau Sumatera, pada tahun 2020 tercatat ada 5,27 juta jiwa penduduk Aceh. Aceh dikenal dengan julukan Serambi Mekkah. Provinsi yang masih memiliki nilai keislaman yang sangat kental dalam kehidupan sehari-hari.
 
Hampir kebanyakan orang memainkan game ini hanya untuk mengisi waktu luang saja, namun dari coba-coba akan menjadi ketagihan dan tidak sedikit pula orang memainkan game ini sebagai sarana pengumpul rupiah. Sehingga tak heran jika game yang di tawarkan oleh Higgs Domino ini sudah di download lebih dari 10 juta orang pada google playstore. Yang lebih mengejutkannya lagi, tidak hanya pemudanya saja yang ikut bermain. Akan tetapi, orang-orang yang sudah berkeluarga bahkan dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non (ASN) di beberapa perkantoran juga ikut menyemarakkan permainan tersebut.
 
Melihat fenomena yang terjadi dalam masyarakat Aceh dan mengutip pembicaraan salah seorang Ulama Aceh Tgk. Abdurrahman (Abu Keune) dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar. SH. MM, untuk dapat melakukan tindakan tegas terhadap perjudian online. Hal tersebut disampaikannya saat dialog dengan Jenderal bintang dua tersebut. Menyahuti permintaan tersebut, Kapolda Aceh, mengatakan akan berusaha melakukan hal terbaik guna memberantas judi online. Seperti yang dilansir dibeberapa medsos.
 
Pengaruh game online ini telah memakan korba diantaranya, beberapa bulan yang lalu Mahkamah Syariah Jantho menangani tiga perkara rumah tangga yang menggugat perceraian. Istri gugat cerai suami dipicu karena suaminya kecanduan bermain game Higgs Domino (Scatter).
 
Kasus lain adalah pembunuhan oleh cucu terhadap neneknya sendiri yang terjadi di Aceh Tamiang. Kasus yang melibatkan pelajar SMA ini awalnya dipicu gara-gara game online. Pelajar tersebut diketahui ingin membeli Chip, namun lantaran tak punya uang dan penghasilan ia memilih membunuh dan merampok neneknya sendiri.
 
Berbicara masalah Game Online, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pernah mengharamkan permainan Game Player Unknown Battle Ground (PUBG) dan sejenisnya. MPU mengeluarkan Fatwa haram terhadap Game PUBG karena dianggap bisa memberikan dampak negatif dalam kehidupan masyatakat karena mengandung kekerasan. Perjudian memang dilarang hukumnya untuk dimainkan, seperti yang diatur dalam pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
 
Bila kita mengkaji masa lulu, masyarakat Aceh sangat takut untuk menyentuh sesuatu yang berhubungan dengan perjudian karena akan mendapatkan hukuman dari aparat penegak hukum setempat, namun berbeda halnya dengan yang terjadi sekarang. Banyak pemuda Aceh yang berani secara terang-terangan memainkan sebuah permainan judi yang dibungkus dalam bentuk Game Online. Salah satunya adalah Higgs Domino Island atau Scatter.
 
Dimana untuk dapat melajutkan game ini, maka kita diharuskan untuk membeli Chip. Fitur kirim Chip inilah yang sering dimanfaatkan pemain untuk melakukan transaksi jual beli. Pemain yang memiliki stok Chip banyak bisa menjualnya ke pemain lain. Keuntungan yang dijanjikan inilah yang membuat semua pemain lupa akan segalanya dan tidak peduli lagi dengan kerugian yang sudah ada di depan mata. Itulah alasan kenapa game ini digolongkan kedalam perjudian online.
 
Permainan game Higgs Domino Island atau Scatter ini bagaikan ‘Virus’, merambah kemana-mana, hampir kebanyakan warung kopi yang ada di Aceh diramaikan oleh para remaja dan pemuda yang bermain game online, hal ini sudah sangat memprihatinkan jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini karena banyak para remaja dan pemuda terpengaruh dengan permainan scatter.  
 
Remaja dan pemuda yang seharusnya menuntut ilmu atau melakukan berbagai kegiatan produktif lainnya, malah terlalaikan diri dengan sebuah permainan yang sudah jelas mengandung unsur perjudian di dalamnya. Begitu juga dengan orang dewasa yang sudah berkeluarga, harusnya mereka memenuhi tanggung jawab sebagai kepala keluarga untuk mencari nafkah dengan cara yang benar.
 
Untuk mengatasi permasalahan ini, maka peran orang tua sangat dibutuhkan karena kebanyakan dari pemainnya adalah para remaja. Hadirnya orang tua diyakini bisa mengurangi permasalahan diatas. Karena benteng utama seorang anak adalah ada pada orang tuanya. Orang tua harus bisa mengontrol anak-anaknya sejak bangun tidur hingga tidur kembali serta mengajarkan pendidikan agama dan pendidikan umum yang selayaknya mereka dapatkan.
 
Pemerintah selaku pemangku kebijakan dan pemegang hak otoriter dalam satu daerah tidak boleh tinggal diam terhadap fenomena yang sedang terjadi dalam masyarakat, karena membina generasi muda bukan saja tanggung jawab orang tua namum pemerintah juga ikut andil dalam membina generasi muda.

Pemerintah harus bersikap tegas dalam menyelamatkan generasi muda terutama dalam mengatasi maraknya permainan game online yang mengarah ke perjudian, hal ini dapat dilakukan memalui kebijakan dan wewenang untuk dapat memblokir situs Game Online yang mengandung unsur kekerasan dan perjudian melalui Kementrian Kominfo serta membuat Qanun Jinayah terhadap perjudian.
 
Kita mapresiasi terhadapa aparat penegak hukum yang selama ini sudah banyak menangkap bandar chip, namun tidak cukup hanya menangkap bandar chip nya saja, yang lebih penting adalah bagaiman membina, mengarahkan para remaja-pemuda untuk bisa mandiri dan berwirausaha melalui pelatihan dan pemberian modal usaha yang jelas dan berkesinambungan sehingga mereka tidak disibukkan dengan game online.
 
Semua pihak harus saling  bahu membahu dan bersinergi dalam membina generasi muda di Aceh sehingga generasi muda Aceh bisa menjunjung tinggi norma-norma kehidupan yang baik dan benar. Karena tongkat estavet kepemimpinan masa yang akan datang ada pada generasi muda. Seperti kata pepatah, “suatu negeri akan kuat jika pemudanya kuat”. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus masa yang akan datang harus senantiasa melakukan hal-hal yang positif dan jangan pernah mencoba bermain game online apalagi yang mengarah kepada perjudian karena lama kelamaan akan menjadi ketagihan sehingga berubah menjadi sebuah kebutuhan.
 
Sebagai penutup penulis mengajak kita semua terutama para remaja dan pemuda perbanyaklah kegiatan keagamaan yang bernilai ibadah atau kegiatan yang bersifat produktif dan inovatif sehingga kita bisa meninggalkan kegiatan yang bersifat merugikan. Lakukanlah suatu kegiatan dengan penuh pertimbangan baik dan buruknya. Jangan sampai generasi muda kita dihancurkan dengan cara diperdayai melalui kesenangan duniawi.
 
Oleh: Mukhlis Sulaiman, SE. MM
Alumnus Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala