Scroll untuk baca artikel
Girl in a jacket
Aceh

POLITIK KEKUASAAN Dalam SISTEM DEMOKRASI Dalam MEMILIH PIMPINAN Yang FATHONAH

301
×

POLITIK KEKUASAAN Dalam SISTEM DEMOKRASI Dalam MEMILIH PIMPINAN Yang FATHONAH

Sebarkan artikel ini

Demikian kuatnya dinasti De Medici, sampai-sampai tak seorangpun dari warga Italia yang berani menantangnya. Meskipun dalam perjalanannya, pernah terjadi pemberontakan oleh Savonarola, yang pada akhirnya juga berhasil dimusnahkan. Svaranola berhasil ditangkap dan kemudian dijatuhi sanksi hingga dieksekusi dengan dibakar. Machevelli mempunyai latar belakang sebagai mahasiswa di Universitas Florence.

Pada masa studinya ia mempelajari kajian-kajian klasik dari Marcello Adriani. Setelah lulus beberapa tahun, Machiavelli menempati posisi srategis di negaranya, yaitu sebagai sekertaris di negaranya dikemudian hari. Machiavelli menurut pemaparan Benardo dalam tulisannya bahwa Machiavelli merupakan anak yang cerdas. Sejak Machiavelli berumur 14 tahun, ia telah mampu membuat karangan yang memenuhi standar dengan mengikuti metode humanis.

Italia di bawah Dinasti De Medici yang keras merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemikiran Machiavelli di kemudian hari. Hegemoni kekuasaan yang dipraktekkan De Medici membuat Machiavelli sadar bahwa dalam politik kekuasaan, pendekatan normatif bahkan normatif keagamaan tidak bisa ditempatkan sebagai pegangan. Di sinilah cikal bakal munculnya teori kekuasan dan negara Machiavelli yang kontroversial.

Machiavelli menolak teori sebelumnya yang tulis oleh Thomas Aquinas maupun St Augustinus. Ia menolak terutama penyatuan antara urusan agama dengan urusan negara.

Faktor yang lain yang juga merupakan hal dibalik teori kekuasaan dan negara Machiavelli adalah peristiwa Vitelli. Vitelli adalah nama seorang pemimpin tentara bayaran. Masalah yang terjadi pada saat itu adalah maraknya penggunaan tentara bayaran dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Ketika Florence dengan tentara bayaran tersebut ingin merebut Pisa, tentara bayaran tersebut mengehntikan penyerangan karena Pisa ternyata memberikan bayaran terhadap tentara bayaran itu lebih mahal.