Scroll untuk baca artikel
Girl in a jacket
Aceh

POLITIK KEKUASAAN Dalam SISTEM DEMOKRASI Dalam MEMILIH PIMPINAN Yang FATHONAH

300
×

POLITIK KEKUASAAN Dalam SISTEM DEMOKRASI Dalam MEMILIH PIMPINAN Yang FATHONAH

Sebarkan artikel ini

Sementara dari aspek lain Memberi kewenangan langsung kepada masyarakat dalam suatu negara berkembang yang menurut analisa pengamat masih 70 persen awam dalam hal memilih seorang pemimpin yang berkompeten di bidang nya ditengah kehidupan dunia global , Sama saja dengan membuka peluang bagi panganut paham Machiavelli, dan oligarky untuk melakukan segala cara guna mencapai kekuasaannya. Seperti money politik. penyebaran berita hoax lewat media, maka hasilnya bila politik dibiarkan dengan biaya yang tinggi potensi untuk terjadinya korupsi dikemudian hari sulit untuk dihindari. Konsekwensi lainnya adalah tidak akan lahir pemimpin yang Fathonah ditengah pemilih yang bodoh dan harapan dan melakukan revolusi mental masih jauh dari kenyataan.

Dengan demikian bilamana sistem demokrasi langsung merupakan suatu kewajiban yang harus dipakai di negeri ini sebagai bentuk kedaulatan rakyat, harusnya para politisi dan penguasa sudah saatnya untuk membuat Platfom baru baik dalam hal perekrutan seorang bacalon pemimpin mulai dari atas sampai tingkat bawah dengan pengetatan-pengetatan dari berbagai persyaratan yang diwajibkan. Sehingga kwalitas seorang calon.pemimpin sebelum dipilih oleh rakyat harus benar-benar teruji dalam banyak hal bukan sekedar pemenuhan kouta dapil atau wakil partai pengusung saja.

Adanya perubahan-perubahan yang berarti dalam metode kampanye untuk menekan biaya yang tinggi dan upaya pencegahan terjadinya money politik dengan regulasi yang lebih kuat, tentunya akan membuka kesempatan bagi orang yang berkompeten untuk lolos dalam pertarungan politik dengan harapan kelak akan melahirkan gagasan-gagasan yang brilyan dalam menjalankan pemerintahan dan persoalan kebangsaan ke arah yang lebih baik.